Cara Install Nginx Proxy Manager Menggunakan Docker di Ubuntu Server

Pendahuluan

Ketika memiliki beberapa layanan yang berjalan dalam satu server, seperti WordPress, BookStack, OpenWebUI, atau aplikasi berbasis Docker lainnya, mengakses setiap layanan menggunakan alamat IP dan port yang berbeda tentu kurang praktis.

Nginx Proxy Manager (NPM) hadir sebagai solusi reverse proxy yang mudah digunakan melalui antarmuka web. Dengan NPM, kita dapat menghubungkan domain atau subdomain ke aplikasi yang berjalan di server tanpa harus melakukan konfigurasi Nginx secara manual.

Pada artikel ini saya akan membahas cara menginstal Nginx Proxy Manager menggunakan Docker di Ubuntu Server yang berjalan pada lingkungan Proxmox VE.


Apa Itu Nginx Proxy Manager?

Nginx Proxy Manager adalah aplikasi berbasis Docker yang menyediakan antarmuka web untuk mengelola:

  • Reverse Proxy
  • SSL Let’s Encrypt
  • Redirect Domain
  • Access List
  • Forward Host
  • Wildcard SSL

Dengan NPM, proses konfigurasi reverse proxy menjadi jauh lebih sederhana dibandingkan mengedit file konfigurasi Nginx secara manual.


Kebutuhan Sistem

Sebelum memulai, pastikan:

  • Ubuntu Server sudah berjalan
  • Docker sudah terinstall
  • Docker Compose sudah tersedia
  • Domain sudah mengarah ke IP publik server

Jika Docker belum terpasang, silakan baca artikel sebelumnya mengenai instalasi Docker pada Ubuntu Server.


Membuat Folder Nginx Proxy Manager

Buat direktori untuk menyimpan konfigurasi dan database:

mkdir -p ~/npm
cd ~/npm

Membuat Docker Compose

Buat file:

nano docker-compose.yml

Masukkan konfigurasi berikut:

services:
npm:
image: 'jc21/nginx-proxy-manager:latest'
container_name: nginx-proxy-manager
restart: unless-stopped

ports:
- '80:80'
- '81:81'
- '443:443'

volumes:
- ./data:/data
- ./letsencrypt:/etc/letsencrypt

Simpan file kemudian keluar dari editor.


Menjalankan Container

Jalankan perintah berikut:

docker compose up -d

Tunggu hingga proses download image dan pembuatan container selesai.


Memastikan Container Berjalan

Cek status container:

docker ps

Contoh hasil:

CONTAINER ID   IMAGE                           STATUS
xxxxxxxxxxxx jc21/nginx-proxy-manager Up

Jika status menunjukkan Up, berarti Nginx Proxy Manager telah berhasil berjalan.


Mengakses Dashboard Nginx Proxy Manager

Buka browser dan akses:

http://IP-SERVER:81

Contoh:

http://192.168.1.10:81

Login Pertama Kali

Gunakan akun default berikut:

Email

admin@example.com

Password

changeme

Setelah berhasil login, sistem akan meminta perubahan email dan password administrator.

Demi keamanan, segera gunakan password yang kuat.


Menambahkan Proxy Host

Sebagai contoh, saya akan menghubungkan domain WordPress yang berjalan pada port 8080.

Masuk ke:

Hosts → Proxy Hosts

Klik:

Add Proxy Host

Isi konfigurasi:

Domain Names

devweb.biz.id

Scheme

http

Forward Hostname/IP

172.10.20.14

Forward Port

8080

Centang:

Block Common Exploits

Simpan konfigurasi.


Mengaktifkan SSL Let’s Encrypt

Setelah Proxy Host berhasil dibuat:

Klik Edit → Tab SSL

Pilih:

Request a New SSL Certificate

Centang:

  • Force SSL
  • HTTP/2 Support
  • Agree to Let’s Encrypt Terms

Klik Save.

NPM akan otomatis membuat dan memasang sertifikat SSL.

Jika berhasil, website dapat diakses menggunakan:

https://devweb.biz.id

Verifikasi SSL

Buka website menggunakan browser.

Pastikan:

  • Ikon gembok muncul
  • Tidak ada peringatan sertifikat
  • URL menggunakan HTTPS

Contoh:

https://devweb.biz.id

Kelebihan Menggunakan Nginx Proxy Manager

Beberapa keuntungan yang saya rasakan setelah menggunakan NPM:

  • Mudah dikelola melalui web browser
  • Tidak perlu mengedit konfigurasi Nginx manual
  • SSL gratis dari Let’s Encrypt
  • Cocok untuk homelab maupun server produksi kecil
  • Mendukung banyak domain dan subdomain

Karena kemudahan tersebut, NPM menjadi salah satu aplikasi yang hampir selalu saya install ketika membangun server berbasis Docker.


Kesimpulan

Nginx Proxy Manager merupakan solusi reverse proxy yang sangat membantu dalam mengelola berbagai layanan pada server Linux. Dengan antarmuka web yang sederhana, proses konfigurasi domain dan SSL dapat dilakukan hanya dalam beberapa klik.

Pada tutorial ini kita telah berhasil:

  • Menginstal Nginx Proxy Manager menggunakan Docker
  • Mengakses dashboard administrasi
  • Membuat Proxy Host
  • Mengaktifkan SSL Let’s Encrypt

Pada artikel berikutnya saya akan membahas cara menghubungkan domain ke Nginx Proxy Manager sehingga website yang berjalan di server dapat diakses menggunakan nama domain publik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top